Senin, 11 Juni 2012
Cara Menghilangkan Ketombe
Minggu, 19 Juni 2011
Sakit Gigi Bisa Menjadikan Pria Tidak Subur
Kualitas sperma yang buruk dan ketidaksuburan pria bisa disebabkan oleh banyak hal. Yang mengejutkan, salah satu penyebab ketidaksuburan tersebut adalah sakit gigi dan infeksi mulut. Mengapa demikian?
Bakteri dalam air mani yang dikenal sebagai bacteriospermia, dapat hadir dalam air mani tanpa menyebabkan gejala apapun. Bakteri ini dapat membunuh sperma dan memberikan kontribusi lebih pada masalah motilitas (kemampuan untuk berenang) dan morfologi sperma (bentuk).
Infeksi pada gigi dan rongga mulut dapat menjadi salah satu penyebab bacteriospermia. Pada jurnal Andrologia, ditemukan bahwa pada 36 pasien yang mengalami bacteriospermia resisten terhadap antibiotik, semuanya disebabkan karena adanya bakteri di gigi dan rongga mulut di dalam air mani, seperti dilansirncbi.nlm, Rabu (23/3/2011).
Selasa, 04 Januari 2011
AIDS Bisa Sembuh Kok
Seorang pasien dengan HIV yang juga menderita leukimia akut dianggap sembuh dari HIV oleh dokter setelah memperoleh transplantasi sel punca pada tahun 2007.
Pasien bernama Timothy Ray Brown itu menerima donor tulang sumsum yang sudah memiliki kekebalan alami terhadap infeksi HIV. Pendonor memiliki kelainan genetik yang membuatnya tidak memiliki CCR5 dalam selnya. CCR5 itu digunakan oleh HIV sebagai “markas” untuk masuk ke dalam sel CD4. Kelainan genetik seperti ini dialami oleh 1 persen orang kaukasia di Eropa Utara dan Eropa Barat.
Sebelum operasi transplantasi, Brown menerima kemoterapi untuk mematikan semua sel imun. Pria asal Amerika Serikat yang menetap di Berlin, Jerman, itu juga menerima iradiasi untuk seluruh tubuh serta obat yang menekan sistem imun tubuhnya. Semua itu bertujuan untuk mencegah penolakan terhadap sel punca yang akan ditransplantasikan. Terapi antiretroviral juga dihentikan pada hari ia menjalani operasi.
Brown, yang sempat menerima operasi transplantasi sel punca kedua 14 hari setelah operasi pertama karena leukimianya kambuh, terus menerima obat penekan sistem imun selama 38 bulan. Pada bulan ke-5, ke-24, dan ke-29 pasca operasi, Brown menjalani pemeriksaan biopsi usus besar. Pada setiap pemeriksaan, sampel diambil untuk memeriksa tanda-tanda infeksi oleh HIV.
Selama 38 bulan setelah operasi, sel CD4 baru yang dihasilkan oleh nonor mengisi sistem imun sistem kelenjar di usus. Jumlah sel CD4 itu dua kali lebih banyak daripada orang dewasa tanpa HIV. Setelah 2 tahun, jumlah CD4 itu sama dengan jumlah CD4 orang dewasa yang sehat.
Brown tidak lagi meneruskan antiretroviral. Meskipun demikian, HIV tidak lagi terdeteksi oleh tes RNA dan tes DNA. Antibodi HIV juga menurun hingga titik tanpa aktivitas. Hasil pemindaian otak, yang dijalani Brown karena mengalami masalah sistem syaraf, menunjukkan kalau HIV tidak didapati dalam otak.
Kira-kira satu minggu yang lalu, Brown diwawancara oleh Stern, sebuah majalah di Berlin. Brown mengaku mengalami buta sementara dan gangguan ingatan karena masalah pada sistem syaraf. Ia masih menjalani fisioterapi untuk memulihkan koordinasi dan kemampuan bicara.
“Hasil ini membuang dogma kalau HIV tidak dapat disembuhkan,” kata Dr. Gero Hutter yang menangani Brown. Kesembuhan ini menunjukkan kalau HIV bisa ditangani dengan sel punca yang dimodifikasi. Penanganan bisa dengan transplantasi atau terapi gen. “Terapi gen yang paling praktis saat ini,” kata Hutter.
Pada Oktober 2009, beberapa grup peneliti di Amerika Serikat telah menerima dana untuk menyelidiki teknik serta berusaha menghasilkan sel punca tanpa CCR5. Penyembuhan ini akan mahal sehingga pada tahap awal, para dokter akan memprioritaskan tindakan pada orang yang tidak memiliki jalan penyembuhan lain atau orang dengan kanker yang butuh transfer tulang sumsum atau sel punca.
Selasa, 28 Desember 2010
[HOT] perlombaan terbesar di dunia dengan 700 juta peserta [pic]
Inilah peserta perlombaan itu:
KITA ADALAH SALAH SATU PESERTA PERLOMBAAN DENGAN 700 JUTA PESERTA ITU...
Note: Dengan penggambaran sperma sebagai seorang manusia, dia berenang menempuh jarak setara dengan 14,5 km.
Perlombaan dimulai!
Note: Pada saat terjadi hubungan seks, ada sekitar 700 juta sperma masuk ke dalam leher rahim wanita. Ini adalah awal lomba lari sperma, berenang melewati rintangan mematikan. Di dalam vagina wanita terdapat banyak lipatan mikroskopik yang mengikat sperma. Sperma akan berenang melewati pintu masuk leher rahim, dan harus mampu melewati rintangan sel kulit ini. Banyak sperma yang terjebak di sini.; sementara sperma lainnya akan berlindung, bersiap untuk berenang cepat dalam beberapa jam kemudian........
Note: Vagina mengandung cairan asam yang melindungi dirinya dari kotoran. Bakteri tidak bisa berkembang disini, begitu juga dengan sperma. SERATUS JUTA sperma akan mati seketika! Keberhasilan hidup sperma tergantung dari kuat dan cepatnya ia berenang.
Note: Bagi sperma yang bertahan, rintangan selanjutnya adalah leher rahim, jalan menyempit ke dalam rahim. Selain itu jalannya sperma akan terhambat oleh lendir pelindung yang berbentuk dinding. Dinding ini dapat melindungi wanita dari bakteri agar rahim tidak rusak. Mikrobe tidak bisa masuk. Jika dilihat dengan mikroskop, cairan ini terlihat sangat kuat dan sangat sulit untuk ditembus.
Sperma terkuat bisa masuk; lendir akan membersihkan bakteri yang melekat pada sperma. Lendir juga akan menyiapkan tempat yang aman bagi sperma. Mereka bisa hidup di sini sampai dengan 48 jam. Di dalam rahim, sperma dapat bertahan membentuk kelompok yang saling membantu naik untuk melawan gaya gravitasi.
Note: Daerah sulit dalam vagina sudah terlewati. Sekarang sperma berada di tempat yang lebih nyaman. Dinding rahim menghasilkan nutrisi dan siap menerima telur. Dan ini juga dapat membantu sperma saat beristirahat di dinding rahim. Mereka dilengkapi enzim untuk bisa masuk ke lapisan luar telur.
Proses berikutnya sperma akan masuk ke daerah terakhir, pintu masuk menuju tuba falopi. Kurang dari satu persen sperma dapat mencapai target ini! Sperma dihadapkan dengan pilihan, harus masuk tuba falopi yang mana? Hanya satu tuba falopi yang memiliki telur, dan sebagian sperma akan salah pilih. Sperma yang tepat memilih bisa saja beruntung, mungkin karena telur membantu mengirim sinyal yang dapat menunjukan jalan.
| Note: Jika dilihat dengan mikroskop, jarak telur dan sperma kurang dari satu inci ketika akan terjadinya proses pembuahan. Dan pada waktu ini hanya tersisa sekitar seratus sperma (yang awalnya kurang lebih 700 juta sperma) yang bisa mendekati telur. Sperma akan bekerja dengan keras untuk menembus lapisan luar telur. Mereka akan berusaha mendorong masuk kedalam, tapi hanya satu sperma yang dapat berhasil. Didalam lomba ini yang gagal berarti kalah dan mati! Tidak ada kesempatan kedua! |
| Note: Sperma yang berhasil kemudian menempel pada permukaan telur, enzim pada bagian kepalanya menerobos masuk ke dalam telur. Ketika sperma berhasil masuk ke dalam sel telur, sel telur itu akan nampak berwarna-warni. Terjadinya proses ini adalah sinyal kimia yang masuk ke dalam sel telur. Dengan kecepatan cahaya, lapisan luar telur bertambah semakin kuat (keras) guna mencegah sperma yang lainnya untuk masuk. |
| Note: Beberapa jam setelah pembuahan, dua paket gen bisa terlihat di tengah, masing-masing dari telur dan sperma, jika kita lihat dengan mikroskop. Pasangan kromosom ini lalu menyatu, menghasilkan cetak biru sel manusia. Dalam proses pembuahan ini kromosom lalu memecah diri, menjadi dua sel. Setelah beberapa jam, sel lalu memecah diri menjadi empat, lalu menjadi delapan, kemudian enam belas sel. Pada saat ini, sel telur yang sudah dibuahi itu masih menghadapi kemungkinan gagal berkembang di dalam rahim. Bila itu terjadi, sel telur yang sudah dibuahi itu akan dikeluarkan dari rahim. Setiap bulan, wanita yang belum menopause mengalami menstruasi, yang tiada lain adalah pembuangan sel telur yang tidak dibuahi. |
| Note: Jika beruntung, pada hari ketujuh embrio sudah siap tumbuh di dalam rahim ibu. Sebuah kehidupan baru telah dimulai. |
Pertanyaannya, mengapa setelah lahir dan tumbuh dalam proses kadang kita malahan menyerah? Dimanakah Sang JUARA yang telah lahir?
Jumat, 24 Desember 2010
Amati mulut anda untuk melihat gejala strees
Jika seseorang mengalami stres berlebihan umumnya akan merasakan sakit kepala. Padahal stres berat bisa ditandai dengan beberapa gejala seperti gangguan kesehatan mulut dan gigi.
Seperti dikutip dari WebMD, Jumat (24/12/2010) stres berat dan kecemasan dapat mempengaruhi kesehatan mulut yang mencakup sariawan, menggeretak gigi, tidak sehatnya mulut dan penyakit gigi serta gusi lainnya.
Sariawan
Sariawan di mulut biasanya ditandai dengan luka berwarna putih kemerahan yang muncul di dalam mulut dan kadang bisa timbul beberapa di tempat yang berbeda. Meskipun para ahli tidak yakin apa penyebabnya, tapi kemungkinan akibat infeksi virus atau bakteri karena ada masalah dalam sistem kekebalan tubuh. Saat seseorang merasa stres atau kelelahan akan membuatnya rentan terkena sariawan karena kekebalan tubuhnya rendah.
Sebagian besar sariawan hilang dalam waktu seminggu hingga 10 hari dan untuk mengurangi iritasi usahakan menghindari makanan pedas, panas atau yang mengandung asam tinggi.
Menggeretak gigi
Secara tidak sadar saat sedang stres seseorang akan mengepalkan dan menggertakkan giginya siang dan malam hari, padahal kegiatan ini adalah salah satu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan masalah pada sendi temporomandibular (temporomandibular joint/TMJ). Sendi ini terletak di depan telinga yang mana tulang tengkorak dan rahang bawah bertemu.
Kesehatan mulut yang buruk
Berada di bawah tekanan yang ekstrem akan mempengaruhi suasana hati yang bisa membuat seseorang melewati kebiasaan merawat kebersihan mulut dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti ngemil makanan manis.
Jika mulut tidak terawat dengan baik, maka akan mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi secara keseluruhan. Kondisi ini bisa mengakibatkan penyakit
Penyakit gusi
Stres bisa menyebabkan peningkatan plak gigi meskipun hanya berlangsung singkat. Jika terjadi dalam jangka waktu panjang stres ini bisa mendorong risiko perdarahan gusi, radang gusi serta penyakit gusi lainnya yang lebih parah. Selain itu stres bisa menyebabkan depresi, dan menurut studi diketahui pasien depresi memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami kegagalan pengobatan yang maksimal untuk penyakit gusi.
